SAMARINDA, nusavox.com — Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI 2026 secara aktif memperluas akses bacaan digital bagi masyarakat luas. Mereka menjalin kolaborasi strategis bersama Khofidh Fathur Rohman, pencipta aplikasi SUARA (Sistem Ubah PDF jadi Audio Ramah Akses), Sabtu (31/10/2026).
Kedua belah pihak meresmikan kerja sama tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin, 26 Oktober 2026. Selanjutnya, mereka melibatkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kampung Tangguh di Kecamatan Samarinda Ulu untuk memperkuat jaringan literasi daerah.
Latih Warga Membuat Flipbook Berfitur Audio
Bukan sekadar agenda seremonial, para relawan melanjutkan kegiatan ini dengan memberikan pendampingan langsung kepada Andi Faisal terkait pembuatan flipbook berfitur audio. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari langkah-langkah praktis menyusun bahan bacaan digital hingga cara menyematkannya ke dalam situs web agar publik dapat mengaksesnya secara daring.
Melalui inovasi tersebut, para pengelola menyajikan bahan bacaan dalam bentuk teks sekaligus format audio interaktif. Langkah ini memberikan solusi nyata bagi masyarakat untuk menikmati akses bacaan digital secara lebih fleksibel.
“Aplikasi SUARA mengonversi dokumen PDF menjadi format audio dengan mudah, sehingga pengguna dapat mendengarkan isi bacaan tanpa harus terus-menerus menatap layar gawai,” jelas Khofidh Fathur Rohman menerangkan fungsi aplikasinya.
Dukung Layanan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas
Pemanfaatan aplikasi SUARA memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas layanan taman bacaan masyarakat. Pihak relawan menilai inovasi ini sangat efektif untuk menghadirkan bahan literasi yang ramah bagi penyandang disabilitas netra maupun warga yang membutuhkan dukungan aksesibilitas khusus.
“Kami ingin memastikan bahwa taman bacaan bertransformasi menjadi ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap perwakilan Relawan Literasi Samarinda.
Perkuat Sinergi Teknologi dan Gerakan Literasi
Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara pengembang teknologi dan relawan lapangan mampu mempercepat pemerataan akses bacaan digital. Melalui kerja sama yang erat, mereka memastikan makin banyak masyarakat yang dapat menjangkau berbagai bahan bacaan lewat platform digital.
Ke depan, para relawan berkomitmen untuk terus memperluas program literasi berbasis teknologi ini. Dengan demikian, TBM Kampung Tangguh dan jaringan perpustakaan di Samarinda dapat menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan.
(Aprl)

